Koordinasi Lintas Komponen Proyek CDCSUI-CropBio
Bogor (14/1) – Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian sejak 2023 dipercaya menjadi Koordinator Komponen 4: Penguatan Manajemen Pengetahuan sejak di periode masih sebagai Balai Informasi Standar Instrumen Pertanian (BISIP). Diperiode implementasi kegiatan untuk mencapai Output 4.1. yang berkaitan dengan platform SDG Satu Data dan Penyediaan pengumpulan pengetahuan akan Proyek CDCSUI maka Komponen 4 menginisiasi pelaksanaan Koordinasi Lintas Komponen di hari kedua usai pelaksanaan Focus Group Discussion Satu Data SDG Indonesia di kantor BRMP Biogen.
Dalam pengantar diskusinya Nuning menyampaikan bahwa selaku Komponen yang mewadahi seluruh dokumentasi proyek, pihaknya akan memfasilitasi kebutuhan tiap Komponen guna melakukan penyimpanan dokumentasi Proyek. Disebutkan bahwa diperiode tahun kedua implementasi proyek ini, pihaknya baru mempersiapkan Network Attached Server (NAS) dan juga template website yang saat ini baru disusun sederhana saja. Namun kedepan, kebutuhan tiap komponen diharapkan ada di website tersebut, jelas Nuning.
Dalam kesempatan penyampaian materi template website dari Anggota Komponen 4, disebutkan bahwa kondisi saat ini website masih menggunakan server terpisah, menunggu nanti kedepan apabila akan menjadi bagian dari domain BRMP. Template website tetap membutuhkan masukan dari masing-masing Komponen termasuk saran kedepan untuk pengumpulan dokumentasi pengetahuan tradisional dari masing-masing fokus komoditas dan kabupaten. Nuning menyarankan agar search dimungkinkan by commodity, sehingga nanti pencarian berkaitan dengan hasilnya per komponen akan terkelompok. Misal berkaitan dengan cengkeh, pengetahuan tradisionalnya apa, dimana kebijakan yang mendukungnya, wilayah konservasinya dan juga rantai nilai yang mendukung peningkatan nilai tambahnya, jelas Nuning mencontohkan. Sedangkan dari Kepala BRMP Biogen, mengarahkan kiranya ada alat pengambilan gambar atau pengolah data yang dapat disiapkan dari Proyek untuk membantu Provinsi dalam mempersiapkan dokumentasi proyek yang cukup memadai, tambah Arif Surahman, Ph.D.
Sesi berikutnya mengenai penjelasan pemanfaatan NAS yang menjadi bagian dari fasilitasi sarana prasarana untuk kegiatan ini dari Komponen 4, disebutkan oleh Agus Budianto bahwa fasilitas ini akan dibagikan dengan user dan password yang masih default dan perlu disepakati untuk memastikan kode unik guna menghindari hacker, jelasnya. Nuning menambahkan bahwa saat ini pihak Komponen 4 sedang mengusulkan percepatan rekrutmen konsultan pada triwulan ke-2 guna membantu fokusnya pencapaian dari output dan sedikitnya juga membantu mengarahkan skala prioritas dari Komponen 4 berkaitan dengan data karena akan menjadi bagian dari materi yang direview oleh GEF pada April mendatang. Hal teknis lain pihak Komponen 4 juga mempersiapkan langganan antivirus untuk memastikan bahwa keamanan dari data yang disimpan dalam NAS nanti, jelasnya.
Di sesi diskusi beberapa masukan lain berkaitan dengan penggunaan NAS dan nanti penempatan perwakilan provinsi sebagai operator dan kontributor pengisian materi-materi website memberi masukan berkaitan dengan kebutuhan adanya grup yang saling terhubung disebutkan juga oleh perwakilan PMU, Noor Arif mengenai adanya Field Officer dan Community Supporting Staff yang juga akan dititipkan di kantor BRMP provinsi, jelasnya. Tentunya jika sudah ada kepastian nanti akan diinformasikan secara formal.
Disebutkan dari masukan Komponen 1 mengenai kebutuhan dokumentasi kebijakan-kebijakan yang mendukung, sedangkan Komponen 2 dan 3 memberikan masukan atas pentingnya validasi data dan informasi apabila nantinya website sudah dioperasionalkan.
Menutup pertemuan sejak pelaksanaan FGD dan Koordinasi Lintas Komponen ini, Nuning menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf apabila dalam 2 hari pelaksanaan kegiatan ada kesalahan dan kekurangnyamanan dari penyelenggaraan dan kembali disampaikan pihaknya segera akan menindaklanjuti apa yang menjadi masukan hari ini untuk diperolehnya prioritas dan langkah-langkah guna mengakomodir kebutuhan-kebutuhan masing-masing Komponen dan Provinsi, tutup Nuning